“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, di dalamnya ada pelita.” (QS. An-Nur: 35). Ayat ini sering disebut sebagai ayat cahaya, yang menggambarkan betapa Allah adalah sumber segala petunjuk. Dalam sains, cahaya adalah gelombang elektromagnetik, bagian paling fundamental dalam kehidupan. Tanpa foton, tidak ada penglihatan, tidak ada energi yang menopang tumbuhan, dan tidak ada kehidupan sebagaimana kita kenal.
Merenungi ayat ini, saya melihat hubungan indah antara cahaya fisik dan cahaya spiritual. Cahaya fisik memungkinkan kita melihat dunia luar, sementara cahaya Allah membuat hati melihat kebenaran. Jika dunia tanpa cahaya akan gelap, maka hati tanpa petunjuk Allah pun akan tersesat.
Setiap kali cahaya matahari masuk ke dalam kamar, saya merasa itu bukan sekadar fenomena fisika, tapi juga pengingat. Begitu banyak kegelapan dalam hidup yang hanya bisa diusir dengan cahaya. Dan cahaya itu bukan hanya datang dari sinar, tetapi dari iman, ilmu, dan kasih sayang Allah yang menyinari jalan manusia.

0 Komentar