“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi serta berlain-lainan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 22). Ayat ini menekankan bahwa keragaman manusia adalah tanda kekuasaan Allah. Antropologi modern mengungkapkan bahwa perbedaan bahasa, budaya, dan warna kulit adalah hasil dari sejarah panjang evolusi sosial dan adaptasi lingkungan. Namun Al-Qur’an mengajarkan kita untuk melihatnya bukan sebagai perpecahan, melainkan keindahan ciptaan.
Bagi saya, ayat ini sangat relevan di zaman sekarang. Dunia yang semakin terhubung seringkali justru diwarnai konflik karena perbedaan. Padahal, perbedaan itu adalah bagian dari sunnatullah. Bahasa yang berbeda membuat kita bisa saling belajar, kulit yang beragam menjadikan bumi penuh warna. Setiap perbedaan adalah peluang untuk saling mengenal dan memperkaya diri.
Ketika membaca ayat ini, saya merasa Allah ingin mengingatkan bahwa identitas manusia bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dihargai. Dalam diri setiap orang ada tanda kebesaran Allah, apa pun bahasa dan rupanya. Menyadari hal ini, saya terdorong untuk lebih terbuka, tidak hanya pada ilmu, tapi juga pada sesama manusia yang berbeda.

0 Komentar